APBISDI Gelar TOT Kurikulum OBE Nasional di Yogyakarta, Hadirkan Pakar Kurikulum UGM
Yogyakarta, 4 Desember 2025 — Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital Indonesia (APBISDI) menggelar pelatihan nasional Training of Trainers (TOT)
Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk Program Studi Bisnis
Digital di UNISI Hotel Yogyakarta, Kamis (4/12). Kegiatan ini dibuka
resmi oleh Ketua Umum APBISDI, Dr. Mery Citra Sondari., S.E., M.Si , dan
diikuti 85 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam
sambutannya, Dr. Mery menegaskan pentingnya konsolidasi kurikulum
Bisnis Digital secara nasional. Menurutnya, era ekonomi digital menuntut
perguruan tinggi tidak hanya adaptif, tetapi juga selaras dengan
kebutuhan industri masa depan.
“OBE bukan lagi pilihan,
melainkan fondasi wajib jika program studi ingin menghasilkan lulusan
yang benar-benar kompeten dan siap menghadapi dinamika digital,” ujar Dr. Mery.
APBISDI menghadirkan Prof. BM Purwanto, M.B.A., PhD, pakar kurikulum dan Assurance of Learning dari
Universitas Gadjah Mada, sebagai pembicara utama. Prof. BM selama ini
dikenal sebagai salah satu perancang metode implementasi OBE yang banyak
diadopsi oleh program studi di Indonesia.
OBE Ditekankan Sebagai Filosofi Pendidikan
Dalam
paparannya, Prof. BM Purwanto menekankan bahwa OBE bukan sekadar
pendekatan teknis, tetapi filosofi pendidikan yang menggeser fokus dari
penyampaian materi menuju pencapaian kompetensi nyata. Menurutnya,
ukuran keberhasilan pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada IPK atau
lama studi.
“Kompetensi hanya dapat dibangun dan dinilai
melalui unjuk kerja, bukan angka di atas transkrip. Jika tidak dapat
diukur, maka tidak dapat diperbaiki,” tegas Prof. BM.
Ia
juga menjelaskan bahwa OBE menuntut perubahan paradigma: dosen tidak
lagi menjadi pusat pengetahuan, tetapi fasilitator yang menciptakan
pengalaman belajar kolaboratif (co-creation learning).
Penyelarasan Kurikulum Bisnis Digital
Materi TOT ini memuat poin-poin kunci mengenai:
Penyusunan profil lulusan sebagai janji kompetensi, bukan janji pekerjaan.
Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terukur dan dapat diamati.
Pengembangan Body of Knowledge (BoK) sebagai DNA keilmuan program studi.
Pemetaan kurikulum menggunakan level Introduce–Practice–Mastery (IPM).
Penyusunan rubrik kompetensi seperti komunikasi, kerja sama tim, literasi digital, hingga etika profesional.
Implementasi Assurance of Learning (AoL) untuk menjamin pembelajaran berjalan sesuai standar.
Prof.
BM juga menyoroti kesalahan umum banyak kampus yang masih menyalin CPL
dan struktur kurikulum dari program studi lain tanpa menyesuaikan dengan
misi institusi. Ia mengingatkan bahwa keunikan prodi lahir dari
identitas dan visi yang otentik, bukan dari slogan.
Antusiasme Tinggi dari Peserta
Peserta
pelatihan terlihat aktif dalam sesi diskusi. Sebagian besar peserta
menyebut pelatihan ini sebagai momen penting untuk menyatukan persepsi
antarprodi se-Indonesia agar kurikulum Bisnis Digital memiliki kualitas
dan arah yang seragam, namun tetap menghormati keunikan misi institusi
masing-masing.
Langkah Lanjut APBISDI
Dengan
berlangsungnya TOT ini, APBISDI menegaskan komitmennya untuk mendorong
kualitas pendidikan tinggi di bidang Bisnis Digital agar mampu
melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam
transformasi ekonomi digital nasional.
Dokumentasi Kegiatan


Sumber: https://apbisdi.com/tot-kurikulum-obe
16 Desember 2025
09 Desember 2025